SUSAHNYA MENDAPATKAN PAHALA SODAQOH BAGI ORANG KAYA
Ketika sang ibu mengeluarkan seluruh isi tas sekolah anaknya yang basah karna hujan, sang ayah mendapati salah satu isi tasnya ada sepotong roti yang sudah jamuran, berhari-hari berada di dalam tas karna sang anak lupa untuk memakanya, โkenapa tidak dimakan ?โ bentak sang ayah, โlah kemaren pas aku cariin ngak ada, ternyata ketumpukan bukuโ dengan wajah polos anak tersebut menjawab pertanyaan ayahnya, โsudah besok tidak akan aku belikan lagi roti, ngak tahu susahnya belikan jajan buat kamu, ayah tidak beli bensin supaya kamu bisa bawa jajan ke sekolah, kembalikan uangnya !โ dengan hati pilu dan wajah melas anak tersebut mengelurukan tanganya untuk mengembalikan uang Rp. 5.000 kepada sang ayah, sesuai dengan jumlah harga roti, sang anak yang masih kelas 3 SD berdiri lemas di depan pintu dapur, dia kaget mendengar luapan emosi dari ayahnya, dia termengun dan menangis tersedu-sedu.
Sepenggal cerita diatas menggambarkan betapa ringanya orang tua mengungkit pemberiannya kepada anaknya, entah karna adanya persepsi bahwa anak pasti tidak akan membela diri ketika dibentak, atau entah karna kondisi kekurangan harta yang dirasakan sang ayah begitu berat sehingga sepotong roti lebih berharga bagi ayahnya dibanding menjaga hati seorang anak atau karna alasan lainya.
ูููููู ู ููุนูุฑูููู ููู ูุบูููุฑูุฉู ุฎูููุฑู ู ููู ุตูุฏูููุฉู ููุชูุจูุนูููุข ุฃูุฐูู ููุงููููู ุบูููููู ุญููููู ู
โPerkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantunโ ( Al-Baqoroh 263 )
Memberi atau shodaqoh merupakan pekerjaan yang sangat
ringan untuk dilakukan, apalagi melakukanya untuk keluarga
sendiri, bahkan tidak sedikit orang tua yang tidak sadar bahwa apa yang
mereka berikan kepada anaknya, istrinya atau kerabatnya merupakan bentuk
sodaqoh, karna sangking banyaknya dan sangking seringnya seorang ayah
memberikan sesuatu kepada anaknya, sehingga tidak terbesit dalam fikiranya
bahwasanya sekecil apapun yang ia berikan kepada keluarganya mendapatkan pahala
sodaqoh dari Allah swt, ditambah
persepsi bahwa memberi makan kepada anggota keluarga merupakan kuwajiban yang
harus ditunaikan oleh kepala rumah tangga, maka hal ini menjadi beban yang
lebih bagi seorang ayah yang selalu bekerja untuk mencari nafkah guna
menghidupi keluarganya.
Disinilah rahasia besar tersembunyi dibalik materi yang tampak secara kasat mata, seseorang sangat mudah ketika memiliki harta lalu menginfaqkanya, dengan tujuan untuk mendapatkan pahala dari Allah, akan tetapi tidak mudah orang tersebut mendapatkan pahala dari infaqnya, inilah rahasia ilahi dalam konsep sistim pahala shodaqoh, jika pahala itu diberikan kepada orang yang menginfaqkan hartanya tanpa adanya syarat tidak diiringi tindakan yang menyakitkan mungkin orang yang paling kayalah yang paling banyak pahala shodaqoh, akan tetapi tidak demikian konsepnya, dimana seseorang ketika menyebut-nyebut sesuatu yang ia infaqkan maka habis sudah seluruh pahala dari infaq yang ia keluarkan dan hal itu tidak terbatasi oleh waktu, artinya ketika seseorang mengeluarkan infaq kepada saudaranya maka ia dituntut berbuat baik selamanya kepada saudaranya yang ia berikan infaq, baik secara dzohir maupun batin, hal itu merupakan ikatan yang sangat kuat yang Allah berikan untuk menjaga hati penerima shodaqoh. Mungkin mudah menjaga kebaikan secara dzohir akan tetapi apakah ia sanggup menjaga kebaikan itu secara batin, tidak terbesit sedikitpun dalam hatinya perasaan berjasa kepada saudaranya yang telah ia beri, atau merasa lebih tinggi dan lebih baik dibanding saudaranya, tentu hal ini sungguh sangat-sangat berat sekali.
Subhanallah, maha suci Allah dengan segala kesempurnaanya, mengumpulkan harta bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, melainkan pekerjaan yang sangat berat, akan tetapi mendapatkan pahala sedekah dari harta yang ia keluarkan jauh lebih berat dari pada mengumpulkan harta itu sendiri, jika demikian kondisinya maka untuk mendapatkan pahala sedekah jauh lebih mudah dilakukan oleh orang miskin dari pada dilakukan oleh orang kaya, mengapa ? karena orang miskin akan selalu merasa tidak lebih tinggi dan tidak lebih baik daripada orang kaya, dia akan lebih mudah bertutur kata dengan baik dan lebih ringan memaafkan kesombongan yang dilakukan oleh saudaranya yang lebih kaya.
Rasulullah SAW bersabda :
ูุงู ุงุจู ุฃุจู ุญุงุชู : โฆโฆ ุนู ุนู ุฑ ุจู ุฏููุงุฑ ุ ูุงู : ุจูุบูุง ุฃู ุฑุณูู ุงููู ๏ทบ ูุงู : ู ุง ู ู ุตุฏูุฉ ุฃุญุจ ุฅูู ุงููู ู ู ููู ู ุนุฑูู ุ ุฃู ูู ุชุณู ุน ูููู ( ููู ู ุนุฑูู ูู ุบูุฑุฉ โฆโฆ)
Dari Abi Hatim : โฆ. Dari Amru bin Dinar, berkata : telah sampai kepada kami bahwa Rasulallah SAW bersabda โ tidak ada shodaqoh yang lebih Allah cintai melebih perkataan yang baik, tidakah engkau mendengar firman Allah ( perkataan yang baik dan pemberian maaf โฆโฆ.) (kedudukan Hadits dhoโif yaitu Mursal)
Semoga kita dijauhkan dari sikap sombong dan pemarah.







Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar