Pentingnya Manajemen Dalam Bekerja

Sebuah hal yang tidak perlu kita ragukan bahwa kita sebagai manusia hidup di dunia ini memerlukan bekal untuk kehidupan abadi setelahnya, sehingga masing-masing kita dituntut untuk selalu beribadah dan bekerja demi mendapatkan bekal tersebut. Dalam hal bekerja selayaknya seorang muslim mampu menilai, mengukur, dan mengatur hal-hal apa saja yang patut mendapat prioritas utama, mana yang harus di kerjakan dahulu dan mana yang harus diakhirkan.

Dikatakan dalam hikmah berbahasa Arab:

ุชูŽู†ู’ุธููŠู’ู…ู ุงู„ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠููˆูŽูู‘ูุฑู ู†ูุตู’ููŽ ุงู„ูˆูŽู‚ู’ุชู.

โ€œPengaturan atau manajemen suatu pekerjaan akan menghemat separoh waktu.โ€ Dalam hal ini, kita dianjurkan untuk selalu mengatur atau memanage waktu dan pekerjaan kita sehari-hari, agar dapat menghemat waktu dalam bekerja, serta apa yang kita lakukan selalu bernilai ibadah. Karena apa yang kita kerjakan semasa hidup di dunia menjadi bekal kita di akhirat kelak. Apabila suatu pekerjaan mampu kita selesaikan hari ini, seyogyanya kita tidak menundanya untuk dikerjakan esok hari, sebab semakin kita mampu memanage waktu dan pekerjaan, semakin banyak pekerjaan yang dapat kita kerjakan, dalam artian seseorang dapat dikatakan memiliki manajemen yang baik dalam mengerjakan suatu pekerjaan apabila efisiensi dan efektifitas bekerjanya telah tercapai. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim sepatutnya kita melakukan pekerjaan kita dengan baik dan optimal.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุนูŽุซู ุงู„ุตู‘ูŽู†ู’ุนูŽุงู†ููŠู‘ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุฏู‘ูŽุงุฏู ุจู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: "ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู’ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุชูŽู„ู’ุชูู…ู’ ููŽุฃูŽุญู’ุณูู†ููˆุง ุงู„ู’ู‚ูุชู’ู„ูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฐูŽุจูŽุญู’ุชูู…ู’ ููŽุฃูŽุญู’ุณูู†ููˆุง ุงู„ุฐู‘ูŽุจู’ุญูŽุŒ ูˆูŽู„ู’ูŠูุญูุฏู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุดูŽูู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ู’ูŠูุฑูุญู’ ุฐูŽุจููŠุญูŽุชูŽู‡ู." (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ).

โ€œSesunguhnya Allah mewajibkan perbuatan yang dilakukan dengan baik dalam segala hal, jika kamu membunuh binatang maka lakukanlah dengan cara yang baik, jika kamu mau menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, pertajamlah alat potongnya, kemudian istirahatkanlah binatangnya.โ€

Dalam hadits diatas, kita dapat memetik pelajaran bahwa kita dianjurkan untuk selalu melakukan sesuatu dengan baik, secara maksimal dan optimal. Hal ini selaras dengan penjelasan kata โ€œihsanโ€ diatas. Bahkan dalam hadits diatas, penyembelihan binatang sekalipun harus dilakukan dengan cara yang baik, hati-hati, dan harus sesuai dengan tuntunan agama, yaitu harus disertai dengan menyebut nama Allah sebelum menyembelih. Karena jika tidak menyebut nama Allah, maka penyembelihan tidak sah. Ini menunjukkan bahwa dalam segala sesuatu tidak boleh gegabah atau dilakukan sesuka hati. Dengan binatang maupun dengan manusia, seorang muslim tetap dianjurkan berperilaku baik dan penuh etika, apalagi terhadap sesama muslim.

Pelajaran lain yang mampu kita ambil adalah, kita sebagai seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengerjakan sesuatu dengan baik dan selalu ada peningkatan nilai, dari jelek menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik. Hal ini senada dengan pengertian manajemen secara umum. Karena inti makna dari manajemen adalah melakukan sesuatu agar lebih baik. Perbuatan yang baik dilandasi dengan niat atau rencana yang baik, tata cara pelaksanaan sesuai syariat, tuntunan agama, dan dilakukan dengan penuh kesungguhan, serta melaksanakannya tidak asal-asalan sehingga tidak membawa manfaat. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW disebutkan:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: "ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู’ู‡ู." (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ).

โ€œSebagian dari kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan.โ€ Dalam bermuamalah kita sering lalai bahwa apa yang kita lakukan tidak mendatangkan faedah, sehingga tiada manfaat yang dapat kita petik darinya. Hal inilah yang menjadi peringatan bagi kita semua sebagai seorang muslim, sehingga Rasulullah pun mengingatkan dalam haditsnya diatas. Oleh sebab itu, meninggalkan hal-hal yang tidak berguna termasuk dari kesempurnaan Islam seseorang.

Islam juga memerintahkan umatnya untuk selalu mengisi waktu luang dengan pekerjaan, sebagimana firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 7, yang berbunyi:

ููŽุฅูุฐูŽุง ููŽุฑูŽุบู’ุชูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุจู’

Beberapa mufassir menafsirkan ayat ini dengan berbagai tafsiran, diantaranya adalah, โ€œbahwa apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah, maka beribadahlah kepada Allahโ€, โ€œapabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhiratโ€, dan โ€œapabila kamu telah selesai dari kesibukan dunia, maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah dan berdoaโ€.ย Hal ini menandakan bahwa kita sebagai seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengisi waktu luang kita dengan hal-hal yang berkualitas, sehingga waktu yang kita miliki tidak terbuang sia-sia.

Sebagai kesimpulan akhir, langkah-langkah menanaje pekerjaan yang berkualitas adalah bekerja dengan niat ibadah, dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dilakukan secara terus-menerus (istiqomah), terancana, tidak asal-asalan, mau belajar dari kegagalan diri, serta belajar dari keberhasilan orang lain. Waalahuโ€™alambishowab.

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar